Pulihkan Trauma Pascagempa, SMAN 2 Langke Rembong Gandeng PMI Gelar Trauma Healing bagi Ratusan Murid

SMA Negeri 2 Langke Rembong (SMANDU), Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, menggelar kegiatan trauma healing bagi ratusan muridnya selama dua hari, Senin hingga Selasa, 31 Agustus sampai 1 September 2026, pukul 07.15 hingga 10.00 Wita, bertempat di lingkungan sekolah. Kegiatan ini digagas oleh SMANDU bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat dan PMI Manggarai untuk memulihkan kondisi mental murid yang mengalami trauma akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Flores, sebelum pembelajaran reguler kembali digulirkan. Para murid dibagi dalam empat kelompok, masing-masing beranggotakan 270 orang, dan mengikuti sesi yang dipandu langsung oleh relawan PMI dengan metode yang partisipatif, menyentuh, memotivasi, sekaligus menghibur.

Dampak gempa bermagnitudo 7,7 itu masih dirasakan masyarakat Flores, khususnya di Manggarai, Manggarai Timur, dan Manggarai Barat, hingga kini. Hal senada dialami para guru dan murid SMANDU. Selama dua minggu, sekolah ini terpaksa menggelar pembelajaran dari rumah karena pengaruh gempa masih terasa dalam diri para guru dan murid. Sementara empat ruang kelas SMANDU mengalami rusak berat akibat guncangan gempa. Masa tanggap darurat gempa berlangsung hingga 28 Agustus 2026. Berkaitan dengan itu, SMAN 2 Langke Rembong segera mengambil langkah cepat memulihkan kondisi mental murid. Trauma healing menjadi salah satu pilihan yang dinilai paling tepat.

Tujuan Trauma Healing bagi Murid

Kegiatan trauma healing ini dirancang bukan sekadar hiburan, melainkan memiliki sejumlah tujuan konkret bagi pemulihan dan kesiapan murid, yaitu:

1. Memulihkan kondisi psikologis murid yang mengalami kecemasan, ketakutan, atau tekanan emosional akibat gempa bumi.

2. Membangun kembali rasa aman dan percaya diri murid sebelum kembali menjalani pembelajaran reguler di sekolah.

3. Membekali murid dengan pengetahuan dan sikap mitigasi bencana yang benar dan tepat, agar tidak panik saat menghadapi situasi serupa.

4. Mendorong murid untuk move on dari trauma dan siap secara mental mengikuti kegiatan belajar-mengajar.

5. Menumbuhkan sikap tangguh dan kemampuan menyelamatkan diri (self-rescue) pada murid apabila sewaktu-waktu terjadi bencana.

Ratusan murid SMANDU berkumpul di lapangan sekolah mengikuti sesi trauma healing.

Pada hari pertama, narasumber yang membawakan materi trauma healing adalah para relawan dari PMI Pusat, yaitu Rofi dari Yogyakarta, Alin dari Lombok, Azizah dari Bekasi, dan Tomi dari DKI Jakarta. Selain mereka, tampil pula tim dari PMI Manggarai, yaitu Rostan dari Carep, Novelia dari Reo, Ledi dari Waso, Lili dari Mano, dan Kristin dari Tenda. Para relawan ini membawakan materi trauma healing dengan cara yang menarik, menyentuh, partisipatif, memotivasi, dan menghibur bagi para murid.

Murid dan relawan PMI menempelkan catatan harapan dan perasaan pada papan sesi trauma healing.

Plt. Kepala SMAN 2 Langke Rembong, Valentinus V. Jebagu, S.Ag., M.Th., menyambut antusias kehadiran tim PMI Pusat dan PMI Manggarai di sekolahnya. “Saya sangat berterima kasih kepada PMI karena di sela-sela kegiatan yang super sibuk masih menyempatkan diri untuk hadir di SMANDU. Ini rahmat bagi kami. Kami sangat bergembira atas hal ini. Semoga kami dan anak-anak kami di sini dapat menyerap apa yang disampaikan oleh tim PMI sehingga berdampak positif bagi perkembangan diri murid ke depan. Sehingga mereka bisa move on. Mereka bisa mengantisipasi bencana dengan cara yang benar dan tepat, dan tidak panik,” kata Valen menjelaskan alasan sekolah segera menggelar kegiatan ini.

Tim PMI mengapresiasi SMAN 2 Langke Rembong karena dinilai sangat cepat merespons situasi pascagempa. “Ini lembaga pendidikan pertama yang kami kunjungi, yang kami bantu. Lembaga ini luar biasa. Muridnya banyak dan antusias. Kami bangga bisa bertemu dengan murid dan guru di sini,” kata Rofi, koordinator relawan PMI Pusat. “Semoga dengan kegiatan hari ini para murid bisa move on dan siap untuk belajar, siap menghadapi bencana dengan sikap yang positif dan tahu cara menyelamatkan diri,” lanjutnya, sembari berpesan, “Jika ada yang ke Jogja nanti, jangan lupa mampir di PMI.”

Murid SMAN 2 Langke Rembong mengikuti gerakan bersama dalam sesi trauma healing.

Koordinator relawan PMI Manggarai, Rostan, turut mengapresiasi kesigapan SMAN 2 Langke Rembong dalam melaksanakan kegiatan ini. “Saya bangga dengan sekolah ini karena gesit. Saya berharap PMR di sini tetap menjadi yang terdepan, agar tetap aktif dan menularkan ilmu kebencanaan kepada sesama. Ini tugas mulia. Yang pernah ikut Jumbara agar bagikan pengalaman tersebut kepada teman-teman,” ajak Rostan.

Antusiasme juga tampak dari para murid. “Saya senang sekali, Bu. Hari ini saya mendapatkan ilmu baru. Ilmu tentang strategi menghadapi bencana. Saya berterima kasih kepada tim ini,” kata Ari Agang.

Hal senada disampaikan Cintia Rubiah, yang mengaku sangat bersemangat mengikuti kegiatan ini. “Saya yang sangat takut dengan gempa mulai sadar bahwa gempa tidak bisa dibendung. Tapi saya bisa menghindarinya dengan strategi yang baik. Hari ini saya mendapatkan itu. Saya pulih dari rasa takut yang berlebihan terhadap bencana,” ungkap Cintia.

Kegiatan trauma healing ini masih berlangsung hingga Selasa, 1 September 2026, dengan narasumber yang berbeda.

Komentar (1)

  • Hiasintus Taruhamed hagul

    Kegiatan trauma healing untuk siswa bertujuan memulihkan kondisi psikologis dan mengurangi beban emosional akibat kejadian mengejutkan atau bencana. Kegiatan ini dapat berjalan lancar apabila guru juga aktif berkomunikasi dengan Organisasi PMI, salut buat gurunya yg selalu mengedepankan kepentingan peserta didik

    Balas31 Agustus 2026 4:20 pm

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Berita Lainnya

  • Cogito Ergo Sum VS Respondeo Ergo Sum

    Cogito Ergo Sum VS Respondeo Ergo Sum

    • Jumat, 18 September 2026

    Dialektika antara Kesadaran Diri dan Tanggung Jawab kepada Yang Lain Refleksi atas Pemikiran René Descartes dan Emmanuel Levinas Oleh: Narsisius Y. Paus, S.Fil Pendahuluan Sejak Zaman Modern bergulir, filsafat Barat tidak pernah lepas dari satu pertanyaan yang paling mendasar: apa yang menjadi titik pijak paling pasti bagi eksistensi manusia? René Descartes, yang kerap disebut sebagai […]

    Selengkapnya »
  • Materi Sosialisasi MPLS SMANDU 2026

    Materi Sosialisasi MPLS SMANDU 2026

    • Sabtu, 11 Juli 2026

    Download Rujukan MPLS SMAN, SMK dan PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2026 TENTANG MASA PENGENALAN LINGKUNGAN SEKOLAH di bawah ini Rujukan MPLS Ramah SMA dan SMK PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH REPUBLIK INDONESIA Download Materi MPLS 2026 MATERI MPLS 20262027 Paparan MPLS Ramah 2026 Paparan Permendikdasmen No 12 […]

    Selengkapnya »
  • Ilustrasi

    Puisi, Ada Tiada Ada

    • Kamis, 13 Agustus 2026

    Bel telah berbunyi, pagi menepuk pintu kelas, kursi-kursi terisi, papan tulis menanti kapur, seragam rapi berbaris di dalam ruang, tetapi ada yang hadir hanya raganya. Guru berdiri di depan, suara mengalun tawar, mata menatap jendela, bukan menatap murid, murid duduk diam, pandangan entah ke mana, ada di sekolah, tapi tak satu pun benar-benar ada. Itulah […]

    Selengkapnya »
  • Narsisius Y. Paus, S.Fil., Gr. | Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti — SMA Negeri 2 Langke Rembong

    Pentingnya Menjadi Guru dan Murid yang Konsisten

    • Selasa, 11 Agustus 2026

    PENDAHULUAN Dalam dunia pendidikan, kompetensi dan kecerdasan sering dianggap sebagai penentu utama keberhasilan seorang guru maupun murid. Namun ada satu kualitas yang jauh lebih sunyi namun jauh lebih menentukan, yaitu konsistensi. Konsistensi adalah kesetiaan pada hal-hal kecil yang dilakukan berulang-ulang, hari demi hari, sampai ia membentuk karakter. Guru yang konsisten mendidik bukan hanya dengan kata, […]

    Selengkapnya »
  • Narsisius Y. Paus, S.Fil., Gr. | Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti — SMA Negeri 2 Langke Rembong

    Membuka Lebar Keran Kolaborasi Guru, Murid, Orang Tua, dan Komunitas Belajar

    • Selasa, 11 Agustus 2026

    I.Pendahuluan Pendidikan bukanlah tugas tunggal yang dapat dipikul sendirian oleh sekolah, apalagi oleh guru semata. Ia adalah proyek bersama yang menuntut kebersamaan, kepercayaan, dan komitmen dari berbagai pihak yang berkepentingan atas masa depan anak. Helen Keller, seorang penulis dan aktivis yang menembus keterbatasan fisiknya melalui pendidikan, pernah menegaskan bahwa pendidikan adalah tanggung jawab bersama, dan […]

    Selengkapnya »
  • Foto : Ilustrasi

    Titik Temu Pemikiran Niccolò Machiavelli dan Prabowo Subianto

    • Sabtu, 12 September 2026

    Sebuah Refleksi tentang Kekuasaan, Kehendak, dan Kepemimpinan Oleh: Narsisius Y. Paus, S.Fil., Gr. I. Pendahuluan Kekuasaan selalu menjadi tema abadi dalam sejarah pemikiran manusia. Sejak zaman Yunani kuno hingga era demokrasi digital hari ini, pertanyaan tentang bagaimana kekuasaan diperoleh, dipertahankan, dan digunakan tidak pernah kehilangan relevansinya. Salah satu tokoh yang paling berpengaruh dalam mengurai logika […]

    Selengkapnya »