Bahas Pembelajaran di Masa Darurat, Kabid SMK Dindikbud NTT Kumpulkan Kepala SMA/SMK se-Manggarai di SMAN 2 Langke Rembong

Foto bersama Kabid SMK Dindikbud Provinsi NTT Ayub Sanam bersama Kacab, Korwas, Ketua MKKS, dan para kepala SMA/SMK se-Kabupaten Manggarai usai rapat koordinasi di SMAN 2 Langke Rembong.
Bahas Pembelajaran di Masa Darurat, Kabid SMK Dindikbud NTT Kumpulkan Kepala SMA/SMK se-Manggarai di SMAN 2 Langke Rembong
sman2langkerembong.sch.id – Kepala Bidang (Kabid) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Ayub Sanam, menghadirkan para Kepala Cabang Dinas, Koordinator Pengawas, Ketua MKKS SMA dan SMK, serta seluruh kepala SMA dan SMK tingkat Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur dalam rapat koordinasi darurat yang digelar di SMAN 2 Langke Rembong, Rabu, 25 Agustus 2026. Rapat ini digelar sebagai respons cepat pemerintah provinsi terhadap bencana gempa bumi yang melanda wilayah Flores, khususnya Kabupaten Manggarai Timur, Manggarai Barat, dan Manggarai, guna membahas skema pembelajaran di masa darurat pascagempa.
Ayub Sanam mengakui respons pemerintah provinsi terhadap dampak gempa di sektor pendidikan tergolong agak terlambat. Meski demikian, ia menegaskan rapat koordinasi tetap dijalankan agar penanganan dampak gempa terhadap dunia pendidikan di tiga kabupaten terdampak dapat segera dikoordinasikan dengan baik.
Alasan Pemilihan Lokasi dan Tujuan Rapat
Menurut Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMAN 2 Langke Rembong, Valens Jebagu rapat koordinasi ini melibatkan Kabid SMK, Kepala Cabang Dinas, Koordinator Pengawas, Ketua MKKS SMA dan SMK, serta para kepala SMA dan SMK se-Kabupaten Manggarai. Rapat bertujuan mengidentifikasi sekolah-sekolah terdampak gempa berdasarkan tingkat kerusakan mulai dari ringan, sedang, hingga berat, sekaligus mendata guru, tenaga kependidikan (GTK), dan murid yang terdampak pascagempa.
Rapat juga dimaksudkan untuk mengoordinasikan bentuk keterlibatan dan langkah-langkah yang telah dilakukan sekolah-sekolah terdampak, sekaligus memastikan kegiatan belajar murid di rumah dengan pengawasan orang tua dapat berjalan baik. SMAN 2 Langke Rembong dipilih sebagai lokasi rapat selain karena sekolah ini turut terdampak gempa, juga karena infrastruktur tenda darurat sudah tersedia di halaman sekolah dan ruang terbuka yang tersedia dinilai memadai dan aman digunakan untuk pertemuan.

Suasana rapat koordinasi yang digelar di bawah tenda darurat halaman SMAN 2 Langke Rembong, dihadiri para kepala SMA dan SMK se-Kabupaten Manggarai.
Sejumlah Kebijakan dan Arahan dalam Masa Darurat
Dalam rapat tersebut, Ayub Sanam memaparkan sejumlah arahan terkait pembelajaran di masa darurat. Ia menekankan bahwa keamanan dan kenyamanan peserta didik menjadi prioritas utama, dengan opsi pembelajaran dilakukan di bawah pengawasan orang tua di rumah maupun di tenda darurat. Ia juga menyampaikan rasa syukur karena gempa tidak terjadi pada saat jam sekolah berlangsung.
- Setiap sekolah diminta mengisi data terkini disertai foto sesuai titik koordinat pada tautan (link) yang telah dibagikan, dengan wilayah Wae Rii tercatat sebagai yang paling terdampak.
- Dua tautan pendataan wajib diisi, yakni tautan dari Kementerian yang datanya tidak dapat diakses oleh provinsi, dan tautan dari Dinas Provinsi.
- Rekonstruksi bangunan sekolah rencananya akan ditangani oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU), namun sekolah diminta tidak terburu-buru melakukan perbaikan karena aktivitas gempa diprediksi masih berlangsung selama dua hingga tiga minggu ke depan.
- Banyak tembok bangunan sekolah yang rusak akibat kualitas konstruksi yang kurang baik.
- Bantuan tenda dari Kementerian hanya tersedia 200 unit, sehingga hanya sebagian sekolah yang dapat menerimanya.
- Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk sementara diabaikan bagi daerah terdampak, dan Dinas akan menyurati pemerintah pusat terkait hal ini.
- Pembelajaran dilaksanakan secara bertahap melalui pemberian tugas, diawali dengan materi kebencanaan sebelum masuk ke materi reguler.
- Pada masa pemulihan, sekolah diminta bergotong royong dengan memanfaatkan anggaran Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
- Mebeler sekolah agar dijaga dan diamankan dari risiko pencurian, sementara aset yang benar-benar rusak dicatat untuk diusulkan perbaikannya.
- Sebanyak 125 paket donasi school kit untuk anak-anak di Manggarai diminta segera dibagikan kepada sekolah-sekolah terdampak.
- Kepala sekolah diminta memastikan data guru yang terdampak telah tercantum dalam tautan pendataan agar dapat dibantu.
- Distribusi logistik bantuan masih menghadapi kendala keterbatasan tenaga.
- Fokus pembelajaran diarahkan pada percepatan materi esensial agar tidak terjadi learning loss, mengingat kelemahan capaian masih berada pada aspek literasi dan numerasi.

Para kepala SMA dan SMK se-Kabupaten Manggarai mengikuti rapat koordinasi penanganan dampak gempa terhadap dunia pendidikan di SMAN 2 Langke Rembong.
Sesi Diskusi dan Tanya Jawab
Rapat turut diwarnai sesi diskusi antara Kabid SMK dan para kepala sekolah. Kepala SMAS St. Klaus Kuwu Romo Ans Gara menyampaikan kesulitan pendampingan siswa asrama yang terdampak sehingga terpaksa dipulangkan dan baru akan kembali pada tanggal 28 setelah masa darurat berakhir, sekaligus mempertanyakan kepastian jadwal TKA. Menjawab hal ini, Ayub Sanam meminta pihak sekolah tidak berpolemik soal kepastian tanggal, melainkan menunggu informasi resmi dari BPBD dan BMKG sebelum mengambil langkah, sembari menegaskan bahwa soal TKA disusun sendiri oleh Dinas sehingga sekolah tidak perlu mengikuti tryout, dan pelaksanaannya dapat digeser ke bulan Oktober.
John Taji kepala SMKN Rahong Utara melaporkan sekolahnya menerima tiga unit bantuan bangunan, dengan gedung berbahan bambu yang bertahan sementara gedung tembok hancur. Ada total 121 murid yang belajar di sekolah beliau. Sedangkan sekitar 90 persen rumah warga di sekitar sekolah turut terdampak sehingga banyak murid enggan mengerjakan tugas karena masih memikirkan kebutuhan pangan. Menanggapi hal ini, Ayub Sanam mencontohkan sejumlah bangunan berbahan bambu di Sumba dan rumah adat yang justru selamat dari gempa, dan menyatakan akan ada intervensi khusus untuk sekolah dengan kondisi serupa.
Peserta lain mengusulkan agar penyusunan Analisis Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (ARKAS) ditinjau ulang. Menanggapi ini Kabid menegaskan bahwa prioritas anggaran diarahkan pada penyediaan school kit dan rasionalisasi penggunaan dana BOS. Sementara itu, kepala SMK Swakarsa meminta percepatan distribusi tenda darurat agar kegiatan belajar-mengajar segera dimulai, serta mengusulkan pengadaan terpal secara mandiri oleh sekolah. Kabid menjawab bahwa tenda darurat merupakan bantuan Kementerian yang akan didistribusikan, sehingga sekolah diminta tidak membeli terpal melainkan cukup menggunakan tenda Pramuka yang tersedia.
John Regon kepala SMKN 2 Wae Rii melaporkan sekolahnya turut menumpang kegiatan belajar di SMPN 1 Wae Rii yang juga terdampak gempa, dan telah mengisi tautan pendataan sembari berharap segera mendapat tenda darurat. Ia juga mempertanyakan kemungkinan penarikan siswa dari kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) mengingat dampak gempa yang menimbulkan gangguan proses PKL mereka.
Kabid menyebut sedikitnya dua sekolah lain turut menumpang, yakni SMKN 1 Cibal dan SMKN 2 Wae Rii, dan menegaskan sekolah-sekolah darurat tersebut menjadi perhatian khusu. Sementara keputusan penarikan murid PKL diserahkan kepada murid itu sendiri dan orang tua masing-masing dengan tetap disiapkan program pemantapan agar murid siap bersaing masuk perguruan tinggi.
Apresiasi atas Kehadiran Pemerintah Provinsi
Plt Kepala SMAN 2 Langke Rembong, Valens Jebagu menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya rapat koordinasi tersebut. Menurutnya, kehadiran Kabid SMK Dindikbud Provinsi NTT bersama jajaran menjadi bukti nyata bahwa pemerintah provinsi hadir untuk melihat dan merasakan langsung kondisi yang dialami para korban gempa di dunia pendidikan, sekaligus menjadi bukti keberpihakan pemerintah kepada para korban terdampak bencana.

Semoga langkah dan koordinasi yang dilakukan pemerintah dapat membantu sekolah, guru, dan siswa yang terdampak gempa. Semoga pemulihan pendidikan di Manggarai berjalan lancar dan kegiatan belajar dapat segera kembali normal. ๐
25 Agustus 2026 9:37 pmApresiasi atas perhatian dan kepedulian pemerintah terhadap pendidikan di daerah yang terdampak gempa. Semoga bantuan dan kebijakan yang diberikan dapat benar-benar dirasakan oleh sekolah, guru, dan siswa. Semoga semuanya segera pulih dan kembali belajar dengan aman. ๐๐ฎ๐ฉ
25 Agustus 2026 9:38 pmTerima kasih atas perhatian dan langkah nyata dalam menangani dampak gempa terhadap pendidikan. Semoga bantuan yang diberikan dapat mempercepat pemulihan sekolah-sekolah terdampak dan memberikan semangat bagi para siswa untuk kembali belajar. ๐
25 Agustus 2026 9:41 pm