Penerima BOS Kinerja Gugus 4 Manggarai Ikuti Bimtek Literasi dan Numerasi di SMA Negeri 2 Langke Rembong

RUTENG, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VI Provinsi NTT Adrianus Nggonggo, S.Pd.,M.M memberikan arahan pada pembukaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Literasi dan Numerasi Gugus 4 Penerima BOS Kinerja Terbaik 2026 Tingkat Kabupaten Manggarai, Selasa, 20 Oktober Kegiatan yang berlangsung pagi hingga sore hari di SMA Negeri 2 Langke Rembong tersebut diikuti kepala sekolah dan guru dari 4 SMA ( SMAN 2 Langke Rembong, SMA St. Fransiskus Saverius Ruteng, SMAN 1 Lelak, SMAN 2 Cibal) dan 1 SLB ( SLB Karya Murni Ruteng) penerima BOS Kinerja. Tujuannya, mendorong peningkatan capaian literasi dan numerasi pada Rapor Pendidikan masing-masing sekolah sekaligus menjaga agar penghargaan BOS Kinerja dapat dipertahankan pada tahun-tahun mendatang.

Bimtek ini merupakan hari kedua dari tiga rangkaian kegiatan. Hari pertama digelar di SMA Santo Fransiskus, hari kedua di SMA Negeri 2 Langke Rembong yang berada di pinggiran kota di kaki gunung, dan hari ketiga dijadwalkan di Lelak.

Dalam sambutannya, Plt. Kepala SMA Negeri 2 Langke Rembong, Valentinus Vitalis Jebagu, S.Ag.,M.Th.,  selaku tuan rumah menyebut rangkaian bimtek bukan kebetulan, melainkan bukti perhatian pemerintah terhadap prestasi satuan pendidikan. Atas nama sekolah-sekolah penerima BOS Kinerja 2026, ia menyampaikan terima kasih kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Gubernur NTT, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Kepala Cabang Dinas, serta Koordinator Pengawas. Menurutnya, dana BOS Kinerja menghadirkan tantangan tersendiri, yakni kemampuan sekolah mempertahankan penghargaan itu ke depan. Karena itu, upaya penguatan literasi dan numerasi disebutnya sebagai ikhtiar kolektif.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VI memilih pendekatan dialog. Ia menyebut forum ini sebagai ruang refleksi atas praktik yang sudah berjalan di sekolah, penentuan arah ke depan, serta penyelarasan dengan optimalisasi program BOS Kinerja sesuai target Kementerian. Ia menegaskan bahwa literasi dan numerasi adalah fondasi mutu pendidikan. Literasi, katanya, membantu orang memahami informasi secara tepat dan menyaring kebenarannya di tengah “tsunami informasi”. Ia mencontohkan kabar keliru soal pembayaran tunjangan yang beredar di grup percakapan sebagai akibat literasi yang lemah. Adapun numerasi, menurutnya, bukan sekadar berhitung, melainkan juga bernalar dan mengambil keputusan, seperti menghitung uang kembalian saat berbelanja.

Dalam sesi dialog, para peserta berbagi pengalaman dan kendala di sekolah masing-masing. Perwakilan SLB menuturkan bahwa literasi bagi siswa berkebutuhan khusus dimulai dari melatih berbicara dan memahami arti satu kata, sedangkan numerasi diarahkan pada keterampilan hidup seperti jual beli serta menghitung untung dan rugi sederhana. Perwakilan SMA Santo Fransiskus memandang literasi dan numerasi sebagai tujuan jangka panjang agar siswa mampu berpikir logis dalam memecahkan masalah.

Seorang guru matematika dari SMAN 1 Lelak mengungkapkan siswa cenderung menunggu penjelasan guru dan tidak memanfaatkan waktu membaca, serta belum memahami perhitungan bunga tabungan di bank atau koperasi, padahal hal itu dekat dengan kehidupan keluarga mereka. Perwakilan SMA Negeri 2 Cibal menyebut lingkungan desa memengaruhi rendahnya minat belajar siswa. Sekolahnya menerapkan wajib baca 30 menit di halaman sekolah, lalu beberapa siswa diberi kesempatan bercerita tentang bacaan atau pengalaman mereka.

Perwakilan tuan rumah SMAN 2 Langke Rembong Feliks Fadu, S.Pd., memaparkan sejumlah langkah di SMA Negeri 2 Langke Rembong. Sekolah memberikan bimbingan khusus bagi seluruh siswa kelas XII, menyiapkan pojok literasi, dan merencanakan siniar (podcast) bulanan yang menghadirkan alumni sebagai narasumber. Para guru juga aktif mengikuti webinar dan seminar untuk meningkatkan kompetensi.

Menanggapi paparan tersebut, Kepala Cabang Dinas mengingatkan bahwa persoalan paling mendasar masih terjadi pada pemahaman konsep dasar matematika. Ia menyebut contoh siswa yang menjawab nol untuk hasil satu ditambah nol. Ia meminta para peserta mengidentifikasi masalah literasi dan numerasi di sekolah masing-masing sebagai bahan tindak lanjut dalam bimtek ini. Kegiatan Bimtek ini berjalan lancar dan penuh kehangatan.

Komentar (1)

  • Aven Mas Jon

    Bukti nyata pengelolaan dana yang baik dan transparan, layak utk dihargai. Sebagai yg pernah mengabdi kurang lebih 16 tahun di SMAN 2 Langke Rembong Saya turut berbangga , Salut e kawan. Salam utk keluarga besar SMANDU

    Balas20 Oktober 2026 7:40 pm

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Berita Lainnya