SMA Negeri 2 Langke Rembong Gelar Rapat Terbatas, Bahas Skenario Pembelajaran di Tengah Kondisi Darurat

sman2langkerembong.sch.id SMAN 2 Langke Rembong menggelar rapat terbatas untuk membahas penyesuaian skenario pembelajaran di tengah kondisi darurat serta keterbatasan ruang kelas yang tersedia. Rapat ini menjadi langkah sekolah dalam memastikan proses pembelajaran tetap berjalan dengan mengutamakan keselamatan seluruh warga sekolah.

Rapat tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya yang telah membahas persiapan skenario pembelajaran dalam kondisi terbatas. Seiring dengan perkembangan situasi keamanan, sekolah kembali melakukan evaluasi dan menyepakati langkah-langkah yang akan diterapkan mulai Kamis dan seterusnya.

Dalam rapat ditegaskan bahwa keputusan yang diambil bersifat sementara dan dapat berubah sesuai dengan perkembangan kondisi keamanan maupun kebijakan yang berlaku. Seluruh warga sekolah juga diharapkan memberikan masukan untuk menyempurnakan langkah-langkah antisipatif yang telah disusun.

Foto: Surat pemberitahuan pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas di SMAN 2 Langke Rembong akibat kerusakan sejumlah ruang kelas.

Foto: Surat pemberitahuan pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas di SMAN 2 Langke Rembong akibat kerusakan sejumlah ruang kelas.

Tujuh Ruang Kelas Tidak Layak Digunakan

Berdasarkan hasil identifikasi bagian sarana dan prasarana, terdapat tujuh ruang kelas yang dinilai belum layak digunakan sebagai ruang kegiatan belajar. Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan utama sekolah dalam menyusun pola pembelajaran sementara.

Untuk mengatasi keterbatasan ruang, SMAN 2 Langke Rembong menetapkan sistem pembelajaran bergantian (shift) bagi kelas X dan XI, sedangkan kelas XII tetap melaksanakan pembelajaran setiap hari.

Pola pembelajaran sementara yang disepakati adalah:

  • Senin: Kelas X
  • Selasa: Kelas XI
  • Rabu: Kelas X
  • Kamis: Kelas XI
  • Jumat: Kelas X
  • Sabtu: Kelas XI

Penerapan sistem tersebut dilakukan sebagai bentuk penyesuaian terhadap kondisi ruang kelas yang terbatas.

Tenda Darurat Menjadi Alternatif Ruang Pembelajaran

Selain menerapkan sistem shift, sekolah juga menyiapkan tenda darurat sebagai ruang alternatif pembelajaran.

Tenda tersebut dapat dimanfaatkan oleh guru apabila pembelajaran di ruang kelas dirasakan kurang memungkinkan. Penggunaan ruang alternatif juga mempertimbangkan kondisi psikologis guru dan peserta didik agar kegiatan belajar tetap dapat berlangsung dalam suasana yang aman dan nyaman.

Penyesuaian Pembelajaran TKA

Rapat juga membahas pembelajaran yang berkaitan dengan Tes Kemampuan Akademik (TKA). Dalam kondisi darurat saat ini, pelaksanaan bimbingan khusus TKA belum dapat dilakukan secara optimal seperti pada kondisi normal.

Sebagai langkah sementara, guru mata pelajaran yang berkaitan dengan TKA akan mengalokasikan 30 menit awal pembelajaran untuk membahas materi TKA. Setelah itu, peserta didik diarahkan untuk mengerjakan latihan-latihan TKA yang tersedia, termasuk memanfaatkan buku-buku latihan yang ada di perpustakaan sekolah.

Guru tetap mendampingi dan membimbing peserta didik selama proses latihan berlangsung.

Mata pelajaran yang berkaitan dengan pembelajaran TKA antara lain Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Bahasa Indonesia Tingkat Lanjut, Bahasa Inggris Tingkat Lanjut, Bahasa Jerman, Antropologi, Matematika Tingkat Lanjut, Fisika, Kimia, Biologi, Sosiologi, Geografi, Ekonomi, dan Sejarah Tingkat Lanjut.

Keselamatan Menjadi Prioritas Utama

Dalam rapat tersebut, Plt. Kepala SMAN 2 Langke Rembong, Valentinus V. Jebagu, S.Ag., M.Th., menekankan bahwa keselamatan guru, tenaga kependidikan, dan peserta didik merupakan prioritas utama. Oleh karena itu, seluruh keputusan yang diambil diharapkan dapat menjadi langkah antisipatif untuk meminimalkan berbagai risiko yang mungkin terjadi.

SMAN 2 Langke Rembong akan terus memantau perkembangan situasi dan melakukan evaluasi terhadap skenario pembelajaran yang telah diterapkan. Apabila terdapat perubahan kondisi atau kebijakan, sekolah akan segera menyampaikan informasi kepada seluruh warga sekolah.

Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian, SMAN 2 Langke Rembong berkomitmen menjaga keberlangsungan proses pendidikan dengan tetap menempatkan keselamatan seluruh warga sekolah sebagai prioritas utama.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Berita Lainnya

  • Narsisius Y. Paus, S.Fil., Gr. | Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti — SMA Negeri 2 Langke Rembong

    Membuka Lebar Keran Kolaborasi Guru, Murid, Orang Tua, dan Komunitas Belajar

    • Selasa, 11 Agustus 2026

    I.Pendahuluan Pendidikan bukanlah tugas tunggal yang dapat dipikul sendirian oleh sekolah, apalagi oleh guru semata. Ia adalah proyek bersama yang menuntut kebersamaan, kepercayaan, dan komitmen dari berbagai pihak yang berkepentingan atas masa depan anak. Helen Keller, seorang penulis dan aktivis yang menembus keterbatasan fisiknya melalui pendidikan, pernah menegaskan bahwa pendidikan adalah tanggung jawab bersama, dan […]

    Selengkapnya »
  • Foto bersama tim PMI Pusat dan PMI Manggarai di depan SMAN 2 Langke Rembong.

    Pulihkan Trauma Pascagempa, SMAN 2 Langke Rembong Gandeng PMI Gelar Trauma Healing bagi Ratusan Murid

    • Senin, 31 Agustus 2026

    SMA Negeri 2 Langke Rembong (SMANDU), Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, menggelar kegiatan trauma healing bagi ratusan muridnya selama dua hari, Senin hingga Selasa, 31 Agustus sampai 1 September 2026, pukul 07.15 hingga 10.00 Wita, bertempat di lingkungan sekolah. Kegiatan ini digagas oleh SMANDU bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat dan PMI Manggarai untuk memulihkan […]

    Selengkapnya »
  • Foto : Ruang kelas SMAN 2 Langke Rembong, Pascagempa Bumi, 15 Agustus 2026

    Gempa Bumi Guncang Flores, Sejumlah Ruangan di SMAN 2 Langke Rembong Mengalami Kerusakan

    • Senin, 17 Agustus 2026

    sman2langkerembong.sch.id – Gempa bumi yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur pada Sabtu, 15 Agustus 2026, turut memberikan dampak terhadap sejumlah bangunan di lingkungan SMAN 2 Langke Rembong, Kabupaten Manggarai. Berdasarkan hasil dokumentasi kondisi bangunan pascagempa, ditemukan kerusakan pada sejumlah ruangan dan bagian bangunan sekolah. Gempa tektonik berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur, […]

    Selengkapnya »
  • Ilustrasi

    Cerpen, Cinta Setengah Badan Otak Setengah Dewa

    • Kamis, 13 Agustus 2026

    Di kelas XII IPA 1, ada satu meja panjang di sudut perpustakaan yang selalu dipenuhi empat kursi dan empat buku yang tak pernah sama. Andin, Evan, Carla, dan Dimas duduk di sana hampir setiap sore, ketika matahari sudah lelah dan cahayanya jatuh miring lewat kaca jendela, menimpa halaman-halaman buku tentang lubang hitam, kecerdasan buatan, dan […]

    Selengkapnya »
  • Materi Sosialisasi MPLS SMANDU 2026

    Materi Sosialisasi MPLS SMANDU 2026

    • Sabtu, 11 Juli 2026

    Download Rujukan MPLS SMAN, SMK dan PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2026 TENTANG MASA PENGENALAN LINGKUNGAN SEKOLAH di bawah ini Rujukan MPLS Ramah SMA dan SMK PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH REPUBLIK INDONESIA Download Materi MPLS 2026 MATERI MPLS 20262027 Paparan MPLS Ramah 2026 Paparan Permendikdasmen No 12 […]

    Selengkapnya »
  • Ilustrasi

    Fobia Gempa

    • Jumat, 21 Agustus 2026

    Cerpen karya Narsisius Y. Paus Sejak gempa besar itu mengguncang kampung mereka tiga bulan lalu, sekolah tidak lagi terasa seperti dulu. Dinding-dinding kelas yang retak sudah ditambal seadanya, tetapi retak di hati sebagian anak-anak belum sepenuhnya sembuh. Lani, salah satu murid kelas XI, adalah salah satu dari mereka yang paling terpukul. Setiap kali angin berembus […]

    Selengkapnya »