Semarak HUT Pramuka ke-65, Pramuka SMAN 2 Langke Rembong Gelar Bakti Sosial di Panti Asuhan Karya Cinta Sesamamu

sman2langkerembong.sch.id – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Pramuka ke-65, Pramuka SMAN 2 Langke Rembong melaksanakan kegiatan bakti sosial di Panti Asuhan Karya Cinta Sesamamu, yang berlokasi di Wae Peca, Desa Lalong, Kabupaten Manggarai.
Kegiatan bakti sosial ini menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian dan pengabdian anggota Pramuka kepada masyarakat, khususnya kepada anak-anak yang berada di Panti Asuhan Karya Cinta Sesamamu. Kegiatan tersebut juga menjadi momentum bagi para anggota Pramuka untuk mengimplementasikan nilai-nilai Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka dalam kehidupan bermasyarakat.
Dalam kunjungan tersebut, anggota Pramuka SMAN 2 Langke Rembong hadir dan berinteraksi langsung dengan anak-anak panti. Suasana penuh keakraban dan kekeluargaan terlihat selama kegiatan berlangsung. Para anggota Pramuka tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga berbagi kebahagiaan melalui kebersamaan dan komunikasi dengan anak-anak panti.
Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa empati, kepedulian sosial, serta semangat berbagi di kalangan peserta didik. Melalui kegiatan seperti ini, anggota Pramuka diajak untuk memahami bahwa semangat Pramuka tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan di sekolah, tetapi juga melalui tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi sesama.
Kunjungan ke Panti Asuhan Karya Cinta Sesamamu juga menjadi kesempatan bagi para siswa untuk belajar tentang arti kebersamaan, persaudaraan, kepedulian, dan rasa syukur. Kehadiran mereka di tengah anak-anak panti diharapkan dapat memberikan semangat dan kebahagiaan bagi seluruh penghuni panti.
Kegiatan bakti sosial ini sejalan dengan semangat HUT Pramuka ke-65 yang mengajak generasi muda untuk terus menumbuhkan jiwa pengabdian dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Semangat tersebut diharapkan terus tertanam dalam diri setiap anggota Pramuka SMAN 2 Langke Rembong.
Melalui kegiatan ini, Pramuka SMAN 2 Langke Rembong menunjukkan bahwa semangat Pramuka adalah semangat untuk belajar, berbagi, mengabdi, dan hadir untuk sesama.
“Satyaku Kudarmakan, Darmaku Kubaktikan.”

Sejarah Singkat Panti Asuhan Karya Cinta Sesamamu
Pater Rafael Mesi, SVD dalam sambutannya menyampaikan terimakasih atas kunjungan yang di lakukan oleh anggota pramuka SMAN 2 Langke Rembong ke Panti Asuhan Karya Cinta Sesamamu.
Panti Asuhan Karya Cinta Sesamamu bukan hanya sebuah tempat tinggal bagi anak-anak, tetapi merupakan bagian dari sejarah pelayanan kemanusiaan yang telah berlangsung sejak tahun 1959. Selama puluhan tahun, panti ini telah menjadi tempat hadirnya kasih, pengasuhan, pendidikan, dan harapan bagi banyak anak.
Pater kemudian menceritakan berdirinya Panti Asuhan Karya Cinta Sesamamu.
Nama panti ini sebelumnya adalah Panti Asuhan Sesamamu. Nama tersebut telah digunakan sejak tahun 1959 hingga tahun 2025. Namun, berdasarkan ketentuan yang berlaku saat ini, nama yayasan harus terdiri atas tiga kata. Oleh karena itu, setelah melalui beberapa kali pengajuan sejak Januari 2025, akhirnya pada 12 Juli 2025 diperoleh nama baru, yaitu Karya Cinta Sesamamu.
Nama Sesamamu tetap dipertahankan karena memiliki sejarah panjang. Dua kata baru, yaitu Karya Cinta, ditambahkan sehingga nama tersebut menjadi Karya Cinta Sesamamu.
Awal Berdirinya Panti
Panti asuhan ini didirikan oleh Pater Karolus Kala bele, SVD, pada tahun 1959. Pada saat itu, pelayanan kesehatan, khususnya bagi ibu yang melahirkan, masih sangat terbatas. Banyak ibu yang meninggal saat persalinan dan meninggalkan anak-anak yang membutuhkan pengasuhan.
Pada awal berdirinya, panti ini hanya menampung tiga orang anak. Lokasi pertama berada di sekitar tempat yang sekarang menjadi kantor pos di Watu. Karena bangunan pada waktu itu masih menggunakan bahan-bahan lokal seperti bambu, alang-alang, dan bahan mudah terbakar lainnya, bangunan tersebut kemudian mengalami kebakaran.
Dengan bantuan berbagai pihak, panti kemudian dipindahkan ke Cumbi, kemudian Pindah lagi ke Kampung Maumere yang sekarang jadi SDK Ruteng 6.
Seiring berjalannya waktu, jumlah anak yang diasuh semakin banyak. Anak-anak yang kehilangan ibu sejak lahir dititipkan ke panti dan kemudian diasuh oleh para ibu pengasuh. Mereka tidak hanya dirawat, tetapi juga dididik dan disekolahkan hingga dewasa.
Peran Para Ibu Pengasuh
Para ibu pengasuh memiliki peranan yang sangat besar dalam perjalanan panti ini. Beberapa di antaranya adalah Mama Mia, Mama Bina, Mama Sia, dan Mama Gita.
Mereka telah mengabdikan sebagian besar hidupnya untuk merawat dan mendidik anak-anak panti. Ketika jumlah anak semakin banyak, mereka kemudian dibagi dalam beberapa kelompok pengasuhan. Setiap ibu menjadi seperti seorang ibu kandung bagi anak-anak yang dipercayakan kepada mereka.
Anak-anak tersebut mendapatkan perhatian, pendidikan, perawatan, dan kasih sayang. Banyak dari mereka yang kemudian melanjutkan pendidikan dan bekerja di berbagai daerah, seperti Ruteng, Labuan bajo, Bali, Jawa, dan daerah lainnya. Meskipun sudah dewasa dan memiliki pekerjaan maupun keluarga sendiri, sebagian dari mereka masih tetap menjalin hubungan dengan ibu-ibu pengasuh yang telah membesarkan mereka.
Perkembangan Pelayanan Kesehatan
Pada masa awal berdirinya panti, pelayanan kesehatan ibu dan anak masih sangat terbatas. Karena itu, selain menjadi tempat pengasuhan anak, kegiatan pelayanan kesehatan juga pernah dilakukan melalui BKIA (Balai Kesehatan Ibu dan Anak).
Salah satu tokoh yang berperan dalam pelayanan tersebut adalah Mama Geno, yang kemudian mendapatkan pendidikan kebidanan di Bandung. Setelah kembali, beliau turut memberikan pelayanan kesehatan dan membantu merawat anak-anak yang membutuhkan pertolongan.
Pada masa itu, panti bukan hanya menjadi tempat tinggal bagi anak-anak, tetapi juga menjadi tempat pelayanan bagi ibu dan anak yang membutuhkan bantuan.
Panti Asuhan Saat Ini
Seiring berkembangnya pelayanan kesehatan, kondisi masyarakat juga mengalami perubahan. Kasus anak yang kehilangan ibu karena persalinan semakin berkurang. Di sisi lain, semakin banyak lembaga atau panti asuhan yang memberikan pelayanan serupa.
Karena itu, saat ini Panti Asuhan Karya Cinta Sesamamu tidak lagi memiliki banyak tenaga pengasuh baru. Para ibu yang dahulu mengabdikan diri di panti kini sebagian besar telah berkeluarga, memiliki anak dan cucu.
Walaupun demikian, hubungan mereka dengan panti tidak pernah benar-benar terputus. Mereka masih datang dan terlibat apabila ada kegiatan tertentu. Bahkan, banyak masyarakat di sekitar Wae Peca yang dahulu pernah menjadi bagian dari pelayanan panti ketika masih muda.
Perkembangan dan Kondisi Panti Asuhan Karya Cinta Sesamamu
Selain anak-anak yang sejak awal ditampung karena kehilangan ibu saat persalinan, panti ini kemudian mulai menerima anak-anak dari keluarga yang kurang mampu. Ada keluarga yang datang dari berbagai tempat dan kemudian menitipkan anak-anak mereka di panti. Pihak panti membantu mereka, terutama dalam hal pengasuhan dan pendidikan.
Saat ini, terdapat sekitar 25 anak yang menjadi bagian dari Panti Asuhan Karya Cinta Sesamamu. Namun, tidak semuanya tinggal secara langsung di kompleks panti. Sebagian anak tinggal bersama keluarga atau mama-mama asuh yang selama ini telah memiliki hubungan dekat dengan mereka.
Anak-anak tersebut tersebar di berbagai jenjang pendidikan. Ada yang masih berada pada usia sekolah dasar, ada yang bersekolah di tingkat SMP dan SMA, bahkan beberapa di antaranya telah melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi di luar daerah.
Bagi anak-anak yang memiliki kemampuan akademik yang baik, pihak panti berusaha memberikan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan setinggi mungkin. Salah seorang anak, misalnya, saat ini sedang menempuh pendidikan di Bali dan telah memasuki semester tujuh pada bidang rekam medis.
Ada pula anak yang melanjutkan pendidikan di Semarang setelah sebelumnya menempuh pendidikan di SMK Pertanian Ambarawa. Beberapa anak lainnya melanjutkan pendidikan di berbagai perguruan tinggi, termasuk di Malang dan beberapa daerah lainnya.
Hubungan dengan Mama Asuh
Meskipun sebagian anak telah tumbuh dewasa dan tidak lagi tinggal di kompleks panti, hubungan mereka dengan para mama asuh tetap sangat erat.
Para mama asuh yang dahulu merawat mereka sejak kecil kemudian membangun rumah di sekitar lingkungan panti. Beberapa anak bahkan ikut tinggal bersama mama asuh tersebut. Walaupun demikian, mereka tetap dianggap sebagai bagian dari keluarga besar panti.
Ketika ada kegiatan di panti, terutama kegiatan bersama pada hari Minggu atau kegiatan khusus lainnya, anak-anak tersebut biasanya kembali berkumpul dan ikut membantu.
Dengan demikian, Panti Asuhan Karya Cinta Sesamamu tidak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga menjadi keluarga besar yang terus menjaga hubungan dengan anak-anak yang pernah diasuh di sana.
Kehidupan Sehari-hari di Panti
Kehidupan sehari-hari di panti juga diisi dengan berbagai kegiatan. Para penghuni dan pengasuh berusaha memenuhi sebagian kebutuhan mereka melalui kegiatan mandiri.
Di lingkungan panti terdapat kebun yang ditanami berbagai jenis sayuran. Mereka juga pernah memelihara kambing dan ikan. Saat ini terdapat beberapa hewan ternak seperti ayam dan babi.
Anak-anak juga dilibatkan dalam kegiatan sederhana sesuai dengan kemampuan mereka. Salah satunya adalah membantu mencari kayu bakar. Hingga saat ini, kegiatan memasak di panti masih banyak menggunakan kayu bakar.
Setelah pulang sekolah, anak-anak biasanya beristirahat terlebih dahulu sebelum membantu berbagai pekerjaan di lingkungan panti.
Selain anak-anak dan para pengasuh, terdapat juga beberapa orang yang bekerja membantu kegiatan panti sehari-hari.
Arti Penting Sebuah Kunjungan
Bagi kami, kunjungan seperti ini memiliki arti yang sangat besar. Kehadiran keluarga, sekolah, kelompok, maupun organisasi seperti Pramuka SMA Negeri 2 memberikan sebuah pesan penting kepada anak-anak bahwa mereka tidak sendirian.
Ada banyak orang yang peduli, datang berkunjung, berbagi kasih, dan memberikan perhatian kepada mereka.
Kehadiran para pengunjung juga dapat memberikan motivasi kepada anak-anak. Mereka dapat melihat bahwa banyak orang di luar panti yang memiliki kepedulian terhadap mereka. Hal tersebut diharapkan dapat menumbuhkan semangat dalam diri anak-anak untuk belajar, berkembang, dan suatu saat mampu menjadi pribadi yang juga dapat membantu orang lain.
Khusus untuk kunjungan dari Pramuka SMA Negeri 2, kami menyampaikan apresiasi karena kunjungan ini dilakukan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Pramuka.
Doa untuk Para Pengunjung
Sebagai bentuk terima kasih kepada setiap orang yang datang berkunjung, pihak panti juga memiliki tradisi untuk mendoakan para pengunjung.
Setiap hari Rabu dan Jumat pukul 18.00, para pengurus secara khusus mendoakan orang-orang yang telah berkunjung dan berbagi kasih dengan Panti Asuhan Karya Cinta Sesamamu.
Bagi kelompok atau rombongan, cukup dituliskan nama kelompok atau organisasi yang berkunjung. Sementara bagi mereka yang memiliki intensi atau permohonan doa pribadi, dapat menyampaikannya secara langsung melalui WhatsApp kepada pengurus. Intensi tersebut akan dijaga kerahasiaannya dan didoakan secara khusus.
Hal tersebut menjadi salah satu bentuk kecil yang dapat diberikan oleh pihak panti sebagai ungkapan terima kasih atas perhatian dan kasih yang telah diberikan oleh para pengunjung.
Penutup
Atas nama seluruh pengurus, para ibu pengasuh, dan anak-anak Panti Asuhan Karya Cinta Sesamamu, kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas waktu, perhatian, dan kesempatan untuk berkunjung serta berbagi kasih bersama kami.
Kami juga memohon maaf karena pada kesempatan ini tidak semua anak-anak dapat hadir dan menyambut secara langsung.
Semoga setiap kunjungan, perhatian, dan bantuan yang diberikan kepada panti menjadi berkat bagi kita semua dan memberikan semangat bagi anak-anak untuk terus belajar, bertumbuh, dan meraih masa depan yang lebih baik.

Saat ini belum ada komentar